Administrator
10 April 2026
1
10
Kemang Goyang

Kemayang (Kemang Bagegar) adalah perhiasan kepala berupa bunga yang menjadi pelengkap utama konde (punge) wanita Sumbawa. Sesuai namanya, goyang (bagegar) berarti bergetar atau bergoyang. Bunga bunga logam ini dipasang pada tangkai pegas (per) yang lentur, sehingga akan terus bergerak mengikuti langkah atau gerakan kepala pemakainya. Berupa kuntum bunga mekar (biasanya motif bunga seruni atau mawar) yang terbuat dari lempengan emas atau perak bakaran. Secara adat, Kemang Bagegar biasanya ditancapkan dalam jumlah ganjil (seperti 5, 7, atau 9 kuntum) pada sanggul untuk melambangkan keseimbangan dan keindahan. Dalam setelan megah, perhiasan ini dipadukan dengan Jamang (hiasan dahi) dan Panto’ (tusuk konde besar) untuk menciptakan tampilan kepala yang penuh dan bercahaya. Goyang goyang
Kemayang Goyang (Kemang Bagegar) is a headpiece featuring goyang flowers that is the main accessory for Sumbawa women's buns (punge). As the name suggests, goyang (bagegar) means to vibrate or sway. These metal flowers are mounted on flexible spring stems, allowing them to move with the wearer's steps or head movements. They consist of blooming flower buds (usually with a chrysanthemum or rose motif) made of burnt gold or silver plate. Traditionally, Kemang Bagegar are usually embedded in odd numbers (such as 5, 7, or 9 flowers) into the bun to symbolize balance and beauty. In a grand setting, this jewelry is combined with Jamang (forehead ornament) and Panto' (large hairpin) to create a full and radiant head.