Penjepet merupakan salah satu piranti dalam upacara adat Tau Samawa Basunat (khitan) yang digunakan untuk menjepit bagian kelamin pada saat pelaksanaan prosesi. Alat ini memiliki fungsi penting dalam membantu kelancaran proses khitan, khususnya dalam menjaga posisi agar tetap stabil. Dalam penggunaannya, Penjepet berperan sebagai alat bantu teknis yang mendukung ketepatan dan keamanan selama tindakan berlangsung. Kehadirannya menunjukkan bahwa dalam upacara Basunat, terdapat perlengkapan khusus yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pada setiap tahap prosesi. Sebagai bagian dari piranti adat, Penjepet tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga mencerminkan adanya sistem dan pengetahuan tradisional yang berkembang dalam masyarakat Tau Samawa. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan khitan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga didukung oleh perangkat yang menunjang aspek teknis pelaksanaannya.
The Penjepet is one of the tools used in the Tau Samawa Basunat (circumcision) traditional ceremony, used to clamp the genitals during the procession. This tool has a crucial function in helping the circumcision process run smoothly, particularly in maintaining a stable position. In its use, the Penjepet acts as a technical aid that supports accuracy and safety during the procedure. Its presence indicates that in the Basunat ceremony, there are special equipment used according to the needs at each stage of the procession. As part of the traditional tool, the Penjepet not only has a practical function but also reflects the existence of traditional systems and knowledge that have developed within the Tau Samawa community. This shows that the implementation of circumcision is not only ritualistic, but also supported by equipment that supports the technical aspects of its implementation.