Rehan bambu merupakan perlengkapan tradisional yang digunakan sebagai penyangga atau tempat meletakkan kitab suci Alquran saat dibaca. Alat ini umum digunakan dalam kegiatan membaca Alquran di lingkungan masyarakat Muslim, baik di rumah, masjid, maupun tempat pendidikan agama. Secara morfologis, rehal bambu terbuat dari bahan bambu yang dipotong dan dibentuk menjadi dua bagian yang dapat disilangkan sehingga membentuk penyangga berbentuk huruf “X”. Permukaannya dirancang agak miring agar kitab yang diletakkan di atasnya dapat terbuka dengan stabil dan mudah dibaca. Bambu dipilih sebagai bahan utama karena ringan, kuat, serta mudah dibentuk menjadi berbagai kerajinan. Dalam praktik penggunaannya, rehal bambu digunakan untuk menopang Alquran agar tidak diletakkan langsung di lantai, sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci. Selain berfungsi secara praktis, keberadaan rehal bambu juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam untuk membuat perlengkapan keagamaan yang sederhana namun fungsional.
Bamboo rehan is a traditional equipment used as a support or place to place the holy Koran when it is read. This tool is commonly used in reading the Koran in Muslim communities, both at home, mosques and places of religious education. Morphologically, bamboo rehal is made from bamboo material which is cut and formed into two parts that can be crossed to form an "X" shaped support. The surface is designed at a slight angle so that the book placed on it can be opened stably and is easy to read. Bamboo was chosen as the main material because it is light, strong and easy to shape into various crafts. In practice, bamboo rehal is used to support the Koran so that it is not placed directly on the floor, as a form of respect for the holy book. Apart from its practical function, the existence of bamboo rehal also reflects the local wisdom of the community in using natural materials to make simple but functional religious equipment.